Posted by: tirsaherlina on: April 20, 2009
Akhirnya setelah berbulan-bulan dihinggapi rasa malas untuk nulis, hari ini tiba-tiba keinginan ini muncul lagi hehehe.
Awalnya nggak ada rencana sama sekali untuk pap smear, yang jadi masalah karena PD kiri beberapa hari terasa sakit, awalnya nggak terlalu kuatir sih karena punggung kiri gue sering pegel-pegel, emang dari dulu sebelum punya anak pundak kiri gue sering banget pegel, sampe sering gue tempelin koyo (hihihi kayak mak-mak ya), akhir-akhir ini punggung kiri juga ikutan sakit, dan lebih parah lagi PD kiri gue kadang-kadang ikutan sakit, nggak sesakit punggung dan pundak sih, dan rasa sakitnya beda, kalau pundak dan punggung sakitnya tuh pegel, tapi PD kadang-kadang snut snut gitu (gak tahu deh gimana ngomongnya hehehe).
Lalu gue putuskan periksa ke yayasan kanker wisnuwardana, di jalan kayun. Waktu pendaftaran ditanyain sama petugasnya mau konsultasi atau pap smear, kalau konsultasi 60.000, pap smear 80.000, selisih 20.000 mendingan pap smear aja deh. Murah ya, kalau pap smear di dokter kandungan mana dapat 80.000, padahal disini yang periksa juga dokter kandungan lho, tapi memang murah karena kan memang yayasan yang mana didirikan untuk tujuan sosial, dan tempatnya juga nggak bagus. Dan pasiennya gue lihat memang menengah ke bawah sih. Gue tau tempat ini dari saudara gue yang dulu pernah periksa PD ke sini juga.
Puji Tuhan setelah diperiksa PD gue nggak ada masalah, hanya karena hormon aja, dan dikasih resep vitamin E, tapi yang agak mengkuatirkan malah pap smearnya, dokter bilang ada luka di bagian dalam, penyebabnya bisa karena virus, bakteri atau sel kanker. Waduh yang terakhir ini bikin stress, tapi dokternya ngomong dengan santai, jadi gue ya nggak begitu kepikiran, dan dokter bilang kalau udah sembuh mendingan vaksin servik aja. Ya udah tunggu hasilnya aja 3 hari kemudian, puji Tuhan hasilnya nggak ada masalah, tapi disuruh kembali 1 bulan lagi, dikasih obat yang dimasukkan lewat bawah dan antibiotik.
Dari kejadian ini ada 2 hal berharga yang gue petik :
- Tuhan itu baik, Dia mengatur sedemikian rupa sehingga gue yang nggak pernah punya niatan untuk pap smear, jadi melakukan pap smear, seandaianya kemarin gue nggak pap smear, gue nggak akan tahu kalau ada luka, dan itu bisa berakibat buruk kan. Thanks God.
- Lebih ketat dalam menjaga kebersihan miss V. Gue curiga karena air dan bak mandi kantor gue sering kotor, makanya sekarang gue bersihkan pake air dari kran. Trus gue juga beli sabun pembersih khusus dari dokter di yayasan ini, kalau sabun-sabun khusus yang dijual bebas itu katanya kurang bagus karena ada yang mengandung pewangi.
Pengen vaksin serviks nih, secara emang perlu dan di yayasan ini harganya murah cuma 700 rb, padahal di dokter obgyn gue kalau nggak salah dulu 1,5 jt. 700 x 3 masih mahal juga sih 2,1 jt tapi yah demi kesehatan. Sebelum periksa kesini gue udah punya pikiran yang enggak-enggak, makanya setelah tahu semuanya baik-baik saja, gue mau berusaha maintain kesehatan gue supaya kalau Tuhan ijinkan gue bisa punya umur panjang, bisa besarin anak-anak gue, temenin mereka sampe dewasa, melihat mereka tumbuh dan berkembang sampe beranak-cucu. Amin.
Posted by: tirsaherlina on: Februari 7, 2009
Hari ke-2 sekolah dapat comment gini :
‘ I couldn’t sit nicely’
Hahaha ngakak deh, pasti ini anak nggak mau duduk diem, keliling terus dia.
Hari pertama masuk udah dapat PR mewarnai dan bikin garis,tapi Sasa males tuh ngerjaiinnya. Sampe cape ngerayu dia untuk kerjain PR. Akhirnya dikerjain sih tapi nggak bagus, warnanya nggak rata, garisnya malah nggak mau bikin, harus putar otak nih supaya dia mau rajin belajar. Ini anak kalau diajarin harus nunggu moodnya dia bagus, kalau nggak, nggak bakalan dianggep deh. Atau anak-anak memang gitu yah ?
Posted by: tirsaherlina on: Februari 6, 2009
Ya begini ini tampangnya kalau bangun jam 4 pagi, miring kiri lihat aku trus senyum. Mana tahan deh, mata ngantuk jadi seger…
Posted by: tirsaherlina on: Februari 5, 2009
Posted by: tirsaherlina on: Februari 5, 2009
Nggak terasa 2 tahun sudah waktu berlalu… Bayi mungil mami sekarang sudah menjadi gadis cilik yang lucu, cantik dan lincah.
Masih teringat jelas waktu malam-malam jam 12 masih antri di dokter kandungan, minum obat sampe berbotol-botol, minum jamu yang pahit, bahkan sampe pernah ke shinse segala, trus tiap hari berdoa supaya Tuhan kasih anak buat papi dan mami, dan akhirnya Tuhan denger doa papi dan mami.
Masih teringat jelas waktu mami pake tespack pagi itu, dengan deg-degan tentunya karena beberapa kali melakukan tespack dan hasilnya negative. Rasanya seneng banget melihat 2 garis yang ada di tespack, bahkan tespacknya sampe sekarang masih mami simpan lho. Betapa gembiranya papi dan mami saat itu. Mami langsung browsing cari dokter kandungan yang baik, mami jaga kandungan dengan sebaik-baiknya, sehingga meskipun mami nggak bisa makan tapi mami tetap berusaha kasih gizi yang baik buat Sasa di dalam kandungan, mami join milis kehamilan supaya mami bisa memelihara Sasa selama dalam kandungan dengan baik, mami kasih Sasa denger musik supaya Sasa jadi anak yang pintar, mami browsing cari nama – nama yang bagus, mami belanja cari perlengkapan bayi yang terbaik, tiap malam mami bacain Sasa Alkitab, mami berdoa supaya Sasa lahir dalam keadaan yang baik dan sehat.
Perjalanan 9 bulan kehamilan meskipun 3 bulan pertama agak berat tapi mami melewatinya dengan sukacita karena Sasa selalu menemani mami kemana pun dan dimana pun mami berada, detak jantung Sasa, tendangan-tendangan Sasa itu membuat mami kuat menjalaninya, dan tentunya karena sejak dalam kandungan Sasa adalah anak yang penurut jadi waktu mami harus kerja, Sasa nggak rewel, dan waktu mami minta Sasa untuk muter kepala ke bawah Sasa juga nurut sehingga posisi Sasa nggak sungsang. Proses melahirkan meskipun cukup berat dan sakit tapi rasa sakit itu menjadi tidak ada artinya pada saat mami melihat Sasa, bayi mungil yang cantik.
Dari bayi mungil yang hanya bisa nangis keras kalau minta susu dan ngompol sekarang sudah bisa panggil-panggil mami kalau mami pulang kantor, disaat Sasa mau tidur, disaat Sasa bangun tidur, waktu jepit rambut Sasa lepas, kalau Sasa nggak lihat mama dalam waktu agak lama. Panggilan mami ini bikin mami bener-bener merasa terharu, seneng, dan bangga. Terharu karena mami adalah orang yang Sasa cari pada saat Sasa bangun tidur dan mau tidur, bahkan kadang pada saat tidur pun Sasa panggil-panggil mami. Seneng karena membuat mami benar-benar nyata kalau mami adalah seorang mama. Bangga karena mami adalah orang yang Sasa butuhkan.
Dari bayi mungil yang hanya bisa tidur sekarang sudah bisa lari, lompat, dan nggak bisa diem, sampe papi ngomong kok nggak pernah lihat Sasa jalan ya, selalu lari-lari. Bahkan sekarang sudah sekolah, dan yang bikin mami bangga lagi karena Sasa nggak rewel di sekolah.
Mungkin mami lupa tanggal berapa Sasa bisa tengkurep, Sasa bisa berdiri, Sasa bisa jalan, Sasa bisa ngomong, tapi mami nggak akan pernah lupa bagaimana prosesnya saat Sasa bisa tengkurep, bisa berdiri, bisa jalan dan bisa ngomong, semua itu akan menjadi moment yang paling membahagiakan buat mami. Mungkin mami lupa mengabadikan itu dalam foto tapi itu semua terlukis jelas dalam ingatan mami.
Mami nggak akan pernah lupa saat-saat dimana kita mau tidur malam, kita berdoa bersama, nyanyi bersama, bercanda, Sasa peluk cium mami, yang terutama saat Sasa pegang pipi mami, sambil pandangin mami dan dan panggil-panggil mami mami dengan pandangan mata berbinar-binar bahagia, mungkin kalau Sasa sudah lancar ngomong saat itu Sasa akan ngomong ‘Sasa sayang mami, Sasa senang mami temenin Sasa saat ini’. Thanks Sasa ini benar-benar sangat berkesan buat mami.
Sa, Maafin kalau mami kadang marah-marah sama Sasa dan nggak menurutin semua kemauan Sasa, tujuan mami supaya Sasa menjadi anak yang penurut, nggak manja dan nggak nakal. Saat ini mungkin Sasa belum tahu kalau apa yang Sasa lakukan itu nggak benar, tapi kalau Sasa sudah besar nanti Sasa pasti tahu kalau mami punya maksud yang baik untuk Sasa.
Maafin mami kalau kadang mami tidak ada pada saat Sasa membutuhkan mami, seperti contohnya waktu Sasa sakit kemarin, karena mami harus kerja. Kita butuh uang banyak supaya nantinya Sasa bisa sekolah di sekolah yang baik, supaya Sasa bisa makan makanan yang baik, dan kebutuhan-kebutuhan Sasa yang lain. Yang pasti mami akan berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik yang bisa mami berikan untuk Sasa. Sasa doakan juga ya supaya Tuhan kasih mami pekerjaan di rumah sehingga mami bisa tetap bekerja dan jagain Sasa dan titi.
Maafin mami kalau mami nggak bisa menjadi mami yang baik untuk Sasa tapi mami tetap sayang banget sama Sasa dan Sasa akan selalu jadi gadis cilik mami yang tersayang untuk selama-lamanya. Mami bangga punya anak Sasa, dengan segala keberadaan Sasa, mami merasa Sasa adalah anak paling cantik , anak paling pinter, paling segalanya, meskipun ada kurangnya tapi di mata mami Sasa adalah yang paling baik, jadi tetaplah jadi anak mami yang terbaik dengan nurut sama papi dan mami dan jangan nakal ya. Mami juga bangga Sasa bisa jadi cece yang baik dan sayang sama titi.
Dengan hadirnya Sasa mami jadi tahu apa artinya unconditional love, mencintai tanpa alasan, mencintai Sasa dengan apa adanya Sasa.
Happy Birthday Sweet Heart. Mami akan selalu berdoa untuk Sasa. Kiranya Tuhan akan selalu menyertai Sasa, memberkati Sasa dengan berlimpah, mencukupkan segala kebutuhan Sasa, menumbuhkembangkan Sasa dengan sempurna, menjadikan Sasa anak yang sehat, cerdas, cantik, terutama berperilaku terpuji dan membawa sukacita untuk semua orang, dan berhasil dalam segala hal, Amin.
Mami that will always love you, now and forever.
Posted by: tirsaherlina on: Februari 3, 2009
Sasa yang mau sekolah malah maminya yang nervous nih. Pulang kantor istirahat bentar trus ke Giant beli kue untuk bekal sekolah sekalian beli kotak kuenya, harus rajin-rajin latihan bikin kue sendiri nih supaya lebih hemat dan sehat tentunya. Pulang dari Giant udah jam 8, habis bersih-bersih, diminumin susu, trus dimasukkan ke kamar deh supaya cepat tidur sehingga besok paginya nggak kesiangan. Tapi kenyataannya nih anak bukannya cepetan tidur tapi malah ada aja tingkahnya yang hasilnya jam 10.15 baru tidur pulas, cape deh padahal biasanya paling lama 1 jam udah tidur.
Paginya jam 6.15 udah dibangunkan, nggak lama trus mandi, dan makan. Untung pagi ini makannya nggak begitu rewel, jam 7.15 dah selesai makan, trus diikat rambutnya, dipakein pampers dan ganti baju. Jam 7.30 bapak becak sudah stand by di depan rumah. Untuk hari pertama ini memang berangkatnya sama bapak becak, soalnya si bapak sekalian mau tahu dimana letak sekolahnya. Untuk hari-hari selanjutnya berangkat bareng papinya dan pulangnya dijemput bapak becak. Dan untuk hari pertama ini aku nemenin bareng sama Win, selanjutnya Win sendiri yang temenin Sasa. Sebenarnya ada sedikit rasa kuatir juga sih Sasa pulang sekolah naik becak sama Win, jadi kepikiran yang enggak enggak (amit amit deh), tapi setelah berdoa tadi malam, dibukakan pikirannya, mau naik kendaraan apa pun dan sama siapapun kalau Tuhan tidak berkenan ya tidak akan terjadi apa-apa, makanya kita harus benar-benar menyerahkan pada Tuhan, supaya Tuhan jagai dan lindungi.
Mengapa dipilih becak ? Karena jaraknya dekat sekali dari rumah, nggak tahu berapa km sih, hehehe karena aku nggak ahli dalam hal ukur-mengukur terutama pake km, kalau naik mobil kurang lebih 3 menit udah nyampe. Dulu waktu trial aku pernah naik taxi habisnya nggak sampe 10 ribu jadi harus bayar minimal 15 ribu L. Untuk berangkatnya sih bisa dianter papinya karena masuknya kan pagi, sebenarnya ada kelas siang (masuk jam 10) tapi kita pilih kelas pagi jam 8 dengan alasan jam 10 itu jam tidurnya Sasa dan juga supaya berangkatnya bisa dianter papinya. Yang jadi masalah ada pulangnya, karena papinya nggak mungkin dong ijin untuk jemput anak sekolah, hehehe bisa dipecat tanpa pesangon dong, maminya lebih nggak mungkin lagi, nyetir aja nabrak pagar tetangga J. Alternatif pilihannya sih pake jasa antar jemput mobil atau becak, setelah ditimbang-timbang dari segi jarak dan waktu dipilih becak aja, karena kalau pake mobil harus toleransi dengan penumpang lain dalam hal waktu dan tempat, kalau becak kan misalnya kita belum siap bisa disuruh tunggu sebentar, dan kalau tempatnya pun nggak empet-empetan, hahaha memang mau diisi orang berapa, tempatnya memang muat untuk 2 orang aja. Dari segi harga sih sama lho mobil dan becak. Kalau dihitung per perjalanan, biaya dengan becak 10.000 padahal naik taxi nggak sampe 10.000, katanya hubby sih memang begitu soalnya kalau misalnya si bapak becak dapat order yang lebih besar dia nggak bisa ambil karena udah terikat kontrak, dan dia juga harus standby.
Singkat cerita jam 8 kurang udah sampe di sekolah, sempat main-main dulu sebentar di halaman baru jam 8 tepat masuk kelas, ternyata ada toleransi keterlambatan 15 menit, dan 80% orang-orang memanfaatkan toleransi ini, gila nggak ? kok mau rugi ya mereka ? Sasa kelihatan cukup santai dan nggak tegang mungkin karena udah pernah 3 kali trial di tempat ini ya, waktu disuruh shake hand dia mau, trus di kelas juga mau main-main bahkan bisa main bareng temen yang dia belum kenal, aku lihat kok sepertinya dia enjoy, trus aku tinggal keluar, tapi Win tetap aku suruh tungguin, kebetulan memang dikasih waktu 2 minggu untuk ditungguin setelah itu harus ditinggal. Di ruang tunggu ada CCTV jadi aku bisa lihat Sasa lagi ngapain aja. Jam 8.30 Win keluar katanya Sasa ditinggal mau, dalam arti nggak nyariin, jadi ya dia tinggal, wah ajaib bener nih aku pikir. Jadi pasang mata ke CCTV terus nih takut ni anak ntar nangis nyariin, tapi sampe jam 9.15 waktunya makan dia nggak nyariin. Aku lihat dari CCTV sih dia memang didampingi terus sama aunty-nya, duduknya pun disebelah aunty, jadi ya cukup diperhatikanlah, atau karena murid baru ya ? Waktu jam makan aku masuk untuk kasih bekal kuenya, setelah makan aku tinggal keluar lagi. Dan sampe selesai nggak nangis lho. Auntynya bilang sempat beberapa kali panggil-panggil mami tapi bisa dialihkan. Syukurlah tadinya sempat kuatir gimana kalau nggak bisa ngikutin, kalau nangis dan nggak mau ditinggal, kalau dinakalin temennya hehehe parno ya …
Tadi sebelum makan kan disuruh berdoa dulu, Sasa malah diem aja ngliatin temen-temennya berdoa, trus dia juga nggak mau duduk terus dikursinya, kadang masih lari-lari. Meskipun belum bisa 100% ngikutin tapi bagi aku sudah lumayanlah, semoga berikut-berikutnya bisa lebih konsen dan mau ngikutin yang diajarkan auntynya.
Posted by: tirsaherlina on: Februari 2, 2009
Hiks hiks sakit perut nih kembung, diare, muntah… Kayak orang hamil muda aja ya, kalau nggak karena barusan datang bulan, aku pasti udah kepikiran ada kemungkinan hamil, wow jangan deh, anak dua aja udah pusing banget nih. Awalnya hari Jumat malam, habis belanja di C4, perut terasa agak kembung, beberapa hari terakhir ini sih memang sering kembung tapi dikasih minyak kayu putih dah ok, dan kemungkinan juga karena makan malamnya sedikit, karena tadi kan buru-buru mau ke C4. Perjalanan pulang ke rumah dari C4 udah terasa agak nggak enak sih tapi aku pikir ntar aja cari makan di jalan, tapi sepanjang perjalanan nggak ada yang menarik, ya udah rencananya ntar nunggu bakpao medan yang lewat di depan rumah aja. Sampe rumah Sasa belum bobo, Sasa memang nggak diajak karena dia masih kurang sehat, jadi terpaksa ditinggal di rumah karena C4 promo hanya hari jumat s/d minggu, secara sabtu pasti nggak bisa pergi karena hubby ada pelayanan ke Trawas, dan kalau minggu takutnya udah habis (mau beli pampers active baby ), lanjut ke Sasa, berhubung belum bobo, aku temenin dia bobo. Masuk kamar jam 20.30, tidur pulas jam 21.20. Trus kedengaran bunyi tahu tek lewat, dipanggil sama hubby, aku makan kira-kira ¼ porsi terus tidur, sebelumnya sempat dikerok sedikit sama hubby dan oles-oles dulu minyak kayu putih. Tengah malam kebangun karena perut tambah kembung, sakit banget, dan nggak bisa tidur, trus ke kamar mandi coba buang air besar, eh malah muntah, habis muntah agak enak’an dikit, dan bisa tidur sampe jam 2, trus bangun waktu Daven minta susu, tapi badan udah lemes banget nggak kuat bangun, untung ada hubby yang bikinin susu buat Daven. Jam 4 kebangun lagi karena kepala kok rasanya berat banget dan perut juga masih sakit, trus bisa tidur lagi sampe jam 7 tapi kepala masih sakit dan perut juga kembung berat. Tetap harus masuk kerja karena hari ini waktunya untuk ngasih gaji. Di kantor bener-bener nggak konsen, jadi cuman hitung gaji dan BW aja, akhir bulan MGB nih. Sampe rumah minta tolong BS untuk kerokin lagi, setelah dikerok agak enakan sih, jadi waktu hubby telpon mau dibeliin obat apa, aku bilang nggak usah soalnya udah enak’an, eh bangun tidur sekitar jam 5.30 ternyata masih kembung, tapi udah nggak sakit kepala. Aku pikir mungkin enak dikasih makan yang panas-panas, lalu bikin indomie kuah, tapi nggak sampe setengah rasanya udah mau muntah. Dan beneran nggak sampe ½ jam setelah makan muntah lagi deh, diare juga. Besok paginya perut masih kembung, jadi setelah anak-anak bangun jam 7 pagi, aku tidur lagi sampe jam 8, siangnya lemes bawaannya. Trus aku minumin jahe, mulai jam 6 sore, perut bunyi gluduk gluduk trus diare, gitu terus berulang-ulang sampe kira-kira 10 kali, wah rasanya lemes banget deh, sampe aku minta tolong BS untuk tidur bareng Daven, karena aku takut nggak kuat bangun malamnya. Puji Tuhan bangun pagi perut udah nggak begitu kembung tapi badan rasanya sakit semua, pengennya nggak masuk aja, tapi hari ini ada pegawai baru, dan besok rencananya juga ijin untuk nemenin Sasa sekolah hari pertama. Untunglah sampe sore ini kondisi sudah sudah membaik, meskipun tadi sempat agak kembung lagi tapi aku minumin teh panas dan sekarang udah ok. Rasa-rasanya kok hampir sama sakitnya dengan Sasa, Sasa juga muntah-muntah sih tapi untung nggak pake diare, dugaan sih karena masuk angin, karena pagi tadi keluar banyak keringat dingin, kemarin malah sempat cemas kalau kena thypus, tapi rasanya nggak mungkin karena badannya nggak panas. Bye bye penyakit jangan datang lagi ya…..
Posted by: tirsaherlina on: Januari 28, 2009
Sasa sakit muntah-muntah lagi. Awalnya kemarin pagi sekitar jam 6.30, Sasa bilang akit akit gitu, aku tanyain apanya yang sakit nggak dijawab, aku pikir mungkin juga karena gatel karena dia garuk-garuk kepala, dan kadang kalau ada yang gatal dia nggak bilang gatal tapi akit. Habis itu dia minta pup, trus aku anterin ke kamar mandi, setelah selesai balik lagi ke kamar, eh tiba-tiba seperti ada gejolak di perutnya dan dia muntah, keluar air, makanannya nggak keluar, atau mungkin udah tercerna ya? Habis muntah mulai rewel deh dikasih minum nggak mau, makan nggak mau, malah minta gendong. Sampe jam 8 sudah muntah 3 kali, terus jam 8 mulai ngantuk tapi tetap nggak mau tidur, malah pas aku mau berangkat kantor, dia nangis-nangis panggil mami mami dan minta gendong, aku sampe sedih mau nangis juga, tapi gimana lagi masa minta ijin lagi, kemarin aja udah ijin 2 kali gara-gara BS pulkam. Trus sampe kantor aku telp ke rumah katanya udah tidur. Siang jam 10.30 aku telp lagi, sudah bangun tidur dan lagi dicoba untuk makan havermut, ternyata mau dan minum juga mau, tapi nggak banyak. Kebetulan aku di Galaxy Mall nyiapin pameran, jadi sekalian aku belikan spon cake di Igor terus aku anterin pulang, tapi aku nggak berani masuk takut nanti Sasa nangis lagi. Siang jam 2 aku telp lagi, katanya tidur, tapi sebelumnya muntah lagi. Sore jam 4 baru bangun. Aku pulang kantor sudah keluar jemput, tapi masih agak lemes. Malam jam 8.30 aku ajak tidur, biasa sebelum tidur minum air putih dulu 1 gelas mag mag, habis minum eh tiba-tiba muntah lagi banyak banget, duh kasihan banget, tapi habis muntah ini malah jadi seger, jam 10 baru tidur. Bangun tidur sudah lebih sehat dan seger dan habis mandi udah mulai buka-buka kulkas, trus makan roti regal habis 3, mestinya minta lagi tapi aku stop takutnya nanti tenggorokannya kering, trus dikasih spon cake, dan air putih. Barusan aku telp lagi katanya sudah bangun tidur, makan sudah mau dan nggak lemes lagi, Puji Tuhan deh.
Analisaku sih kemungkinan karena masuk angin, soalnya 2 malam ini dia tidurnya di sisi kanan, posisi yang paling dingin karena langsung kena AC, ditidurkan disitu karena sebelumnya dia kepanasan terus. Rupanya dia nggak kuat, wajar deh soalnya papinya aja nggak kuat tidur disitu.
Posted by: tirsaherlina on: Januari 23, 2009
Padahal tadi pagi waktu mandi, pikiran udah agak tenang, karena BS udah datang dan Sasa juga sudah OK dipegang si Win, masalah batuknya Daven juga udah rada mendingan. Eh ada kejadian yang sungguh-sungguh mengejutkan, aku nyetir nabrak vespa dan pagar tetangga. Ceritanya tadi pagi si Wawan driver kantor kan udah datang tapi mobil hubby masih diparkir didepan pagar, jadi mobil APV nggak bisa keluar, terus aku panggil hubby yang lagi mandi, aku tanyain kalau aku yang majukan gimana ? Ada jawaban ya. Dengan PD aku ambil kunci, masuk mobil, nyalakan mobil, lepas hand rem, injak kopling, masuk gigi 1, terus pelan-pelan angkat kopling sambil injak gas, mobil udah jalan tuh pelan-pelan, aku malah masih berpikir cukup nggak ya maju segini, eh tahu-tahu mobil jalan kenceng nabrak vespa, dan yang aku ingat mobil biru tetangga, trus berhenti, duh rasanya syok berat. Aku jadi nggak inget nginjak rem, malah seingatku aku nginjak kopling. Duh… ada aja sih masalah, pasti keluar duit lagi dong…
Total kerusakan yang harus diganti :
- Vespa tetangga
- Pagar tetangga
- Pot bunga tetangga
- Body Avanza hubby, rusak parah tuh, ada asuransi sih, tapi kan tetap harus keluar uang juga untuk claimnya.
Ada hikmah apa ya dari kejadian ini ? Yang pasti sih sekarang malah jadi penasaran banget untuk nyetir, nyesel kok bisa kejadian ini terjadi, dan malu banget dong sama tetangga, sampe pada keluar semua tuh, huhuhu…